adalah
sebagai berikut:
a.
Dengan cara Random Sampel
Dalam
random sampel, setiap unit yang terdapat dalam suatu bagian diambil dan dipilih
yang sama besarnya atau jumlahnya.
Misalnya
dari 5 karung beras Cianjur, akan ditentukan kualitasnya secara umum. Dari isi
5 karung itu, masing-masing diambil contohnya (sampel), karena contoh (sampel)
itu dianggap dapatmewakili kelima karung beras Cianjur tersebut.
Dengan
perkataan lain random sampel itu adalah pelaksanaan pengumpulan data tentang
selera konsumen terhadap sesuatu barang dengan cukup mengambil contohnya dari
beberapa konsumen.
b.
Dengan cara Area Sampel
Sampel
cara ini, tidak diambil atau dipilih dari setiap karung beras Cianjur, karena
adakalanya contoh dari kelima karung beras tersebut terlalu banyak.
Dengan
menggunakan area sampel, cukup diambil contoh (sampel) dari satu karung saja,
karena dapat
mewakili
kelima karung beras Cianjur tersebut.
c.
Dengan cara Kuota Sampel
Sampel
cara ini, dasar pengambilannya adalah denganperbandingan jumlah yang membentuk
dari bagian keseluruhan. Di dalam cara sampel ini tidak ada ketentuan untuk
mengambil setiap contoh dari kelima karung beras Cianjur tersebut.
Oleh
karena itu, cara sampel kuota ini kurang memiliki keseimbangan. Misalnya
konsumen dari pasar Baru yang ada di kota Bandung, banyak yang membutuhkan
beras dari Cianjur.
Dari
data-data konsumen yang membutuhkan beras Cianjur dapat dijaring
keterangan-keterangan,apa sebabnya para konsumen di pasar Baru tersebut ingin
membeli beras itu.
d.
Dengan cara Undian
Cara
undian langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1)
Elemen-elemen
dalam populasi di daftar dan diberi nomor urut.
2)
Membuat
lembar kertas kecil sebanyak elemen dalam populasi dan diberi nomor urut,
kemudian digulung.
3)
Gulungan
kertas kecil tersebut dimasukan ke dalam kotak karton, kemudian dikocok.
4)
Ambil
kertas gulungan dalam kotak tersebut sebanyak sampel yang dibutuhkan.
e.
Dengan cara Ordinal
Cara
ordinal langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1)
Mendaftarkan semua anggota populasi.
2)
Menentukan bilangan kelipatan (BK).
3)
BK = P/S, P = Populasi (N), S = Sampel (n).
Contohnya:
N = 1000, sedangkan yang diambil sebanyak 200 (n = 200) BK = 1000: 200 = 5,
maka sampel pertama adalah nomor 5 dan disusul dengan kelipatan 5 yaitu (5, 10,
15, dan . . . 1000)
f.
Dengan cara Accidential Sampel
Cara
ini adalah pengambilan anggota sampel dengan sesuka hati.
Misalnya
menghitung peresentase jenis keperluan yang dibeli dari pusat belanja (Shoping
Centre) berdasarkan sampel pengunjung / pembeli di Jalan Nusantara Raya Bogor .
Belum ada tanggapan untuk "Teknis Di Dalam Menentukan Sampel Pada Pemasaran Perusahaan"
Posting Komentar