Informasiuntukumum
- Dalam tahap merencanakan dan melaksanakan penelitian formal dapat dimulai
dengan cara menentukan sumber-sumber informasi data, kemudian diteruskan dengan
cara menentukan sumber-sumber informasi data, kemudian diteruskan dengan cara
menentukan metode pengumpulan data primer.
Selanjutnya
si peneliti menyiapkan daftar pertanyaan (kuisioner) dan mencoba pertanyannya,
menentukan sampelnya, terakhir mengumpulkan data-data yang ada di lapangan.
Dengan
metode yang sudah ditetapkan, serta dibekali daftar pertanyaan-pertanyaan, para
petugas riset dapat bekerja dengan baik mengumpulkan data-data yang diperlukan.
Tahap
pengumpulan informasi data di lapangan pada umumnya sangat mahal biayanya dan
besarkemungkinan banyak kesalahannya.
Adapun
kesulitan-kesulitan dai dalam mengumpulkan informasi data di lapangan,
diantaranya:
a.
Adanya penolakan untuk bekerja sama
Setelah
pelaksana riset menjumpai orang (responden) yang di maksud untuk diwawancarai,
akhirnya responden tersebut menolak untuk diwawancarai.
b.
Bias dari responden sendiri
Untuk
menghidari bias (penyimpangan) dari para responden, maka pewawancara harus
menganjurkan atau mengarahkan cara menjawab yang baik, tepat, teliti dan benar
kepada para responden agar tujuan riset yang diinginkan dapat berhasil.
c.
Bias dari pewawancara sendiri
Para
pwawancara mungkin saja melakukan bias (penyimpangan), sehingga dapat
menimbulkan prasangka di dalam proseswawancara dengan para responden. Dalam hal
ini, mungkin saja disebabkan faktor usia, jenis kelamin atau lagu bicara di
dalam wawancara tidak sedap didengar dan lain sebagainya.
•
Strategi Pengumpulan Informasi Data di Lapangan
Seorang
peneliti riset pemasaran harus memiliki pengetahuan tentang cara-cara di dalam
mengumpulkan data. Sumber data itu tentang cara-cara di dalam mengumpulkan
data. Sumber data itu mungkin saja didapatkan dari data primer dan data
sekunder.
Belum ada tanggapan untuk "Cara dan Fungsi Mengumpulkan Informasi di Lapangan "
Posting Komentar