Informasiuntukumum
- Siklus Akuntansi Koperasi sama seperti Badan Usaha yang lain yang dimulai
dari bukti transaksi dan berakhir pada penyajian Laporan Keuangan. Uraian
masing-masing tahapan dalam siklus tersebut diberikan di bahasan berikut .
Bukti-bukti
transaksi koperasi Bukti transaksi merupakan dokumen dasar untuk membuat jurnal
dan merupakan bukti bahwa telah terjadi transaksi di koperasi..
Semua
bukti transaksi dari bagian pembelian, bagian penjualan, dan bagian lain-lain
datang ke bagian akuntansi. Bukti-bukti tersebut harus dianalisis kebenarannya.
Hal ini dilakukan untuk menghindari penyelewenganpenyelewengan.
Masing-masing
koperasi mempunyai bukti-bukti transaksi yang berbeda dan akan tergantung pada
jenis koperasinya.
Berikut
ini diberikan contoh bukti-bukti transaksi yang ada di unit toko koperasi “Maju
Bersama”.
Bukti
transaksi yang ada di unit toko koperasi “Maju Bersama” sama seperti bukti
transaksi yang terjadi di perusahaan dagang lainnya,
yang
dapat dikelompokkan menjadi:
a.
Bukti penerimaan kas
b.
Bukti pengeluaran kas
c.
Bukti penjualan
d.
Bukti pembelian dan
e.
Bukti umum
a.
Bukti penerimaan kas
adalah
bukti transaksi yang membuktikan bahwa koperasi telah menerima sejumlah uang
tunai atau alat pembayaran yang sama dengan uang tunai (cek).
Bukti
penerimaan kas digunakan sebagai tempat mencatat semua transaksi yang
berhubungan dengan penerimaan uang tunai .
Sumber
penerimaan uang tunai antara lain dari:
1.
penerimaan simpanan dari anggota koperasi
2.
penerimaan dari penjualan tunai
3.
penerimaan tagihan dari debitur
4.
penerimaan uang dari pihak lain yang merupakan realisasi hak koperasi
5.
penerimaan bunga
6.
penerimaan berupa uang jasa seperti komisi
7.
penerimaan kembali utang karyawan koperasi
8.
penerimaan lainnya yang dapat menambah uang tunai koperasi.
Untuk
tujuan pengendalian, bukti penerimaan kas dibuat minimal rangkap dua dan masing-masing
dibuat dengan warna yang berbeda agar tidak terjadi penyelewengan.
Jika
bukti dibuat rangkap tiga, maka yang asli untuk pembayar, yang kedua untuk
bagian keuangan, dan yang ketiga untuk arsip kasir.
Bentuk
dari Bukti Penerimaan Kas tergantung pada kebutuhan masing-masing koperasi
dengan memperhatikan prinsip pengendalian dan mengarah pada pengelolaan yang
profesional.
Contoh:
Pada tanggal 12 Januari 2007, koperasi simpan pinjam “Berkah”, menerima
selembar cek dari Andra senilai Rp 400.000,00 dan uang tunai sejumlah Rp
20.000,00. Pembayaran tersebut terdiri dari
angsuran
pinjaman Rp 225.000- bunga pinjaman Rp 15.000,00 dan tabungan suka rela Rp
180.000,00.
b.
Bukti pengeluaran kas
adalah
bukti transaksi yang membuktikan bahwa koperasi telah membayar sejumlah uang
tunai atau alat pembayaran lainnya yang disamakan dengan uang tunai.
Bukti
pengeluaran merupakan alat untuk mencatat semua transaksi yang berhubungan
dengan pengeluaran uang kas atau tunai,
Pengeluaran
uang tunai antara lain digunakan untuk:
1.
pembayaran kembali simpanan sukarela
2.
pengembalian simpanan pokok dan wajib kepada anggota koperasi yang keluar
3.
pembelian barang secara tunai
4.
pemberian pinjaman kepada anggota koperasi
5.
pembayaran gaji karyawan dan manajer
6.
pengeluaran-pengeluaran lainnya
Contoh:
1.
Pada
tanggal 21 Januari 2007 Koperasi mengeluarkan uang untuk pencairan pinjaman
anggota no 107 atas nama Arjuna sebesar Rp 275.000,00.
Dari pinjaman ini biaya administrasi yang
dikenakan ke pinjaman tersebut sebesar Rp 25.000,00 yang langsung dipotong pada
saat pencairan.Transaksi ini dapat disamping dicatat di bukti penerimaan kas
juga dicatat di jurnal.
2.
Pada
tanggal 5 Januari 2007, koperasi Makmur Sejahtera membayar hutang kepada PT
Mandiri Perkasa sebesar Rp 32.000.000,00 (Faktur pembelian no. 310/FP/01).
Bukti
penjualan/ faktur penjualan
adalah
bukti pembukuan yang membuktikan koperasi melakukan transaksi penjualan barang
secara kredit. Penjualan secara tunai dicatat pada bukti penerimaan kas.
Ilustrasi pencatatan bukti penjualan Pada 12
Januari 2007, Koperasi Sejahtera Mandiri yang beralamat di Jalan Arif Rahman
Hakim no. 23 Malang, Telp (0341) 563738 menjual barang kepada Tuan Adnan
(anggota) secara kredit.
Barang-barang yang dijual adalah sebagai
berikut:
..
25 boks air mineral gelas merk “Oase” Rp 175.000,00
..
30 buah notes merk “Cahaya” Rp 210.000,00
..
5 boks mi instan merk “Supermi” Rp 175.000,00
Belum ada tanggapan untuk "Sumber Penerimaan Uang Tunai"
Posting Komentar