Kelompok
Aktiva setelah kas dan Investasi sementara pada surat berharga adalah Piutang.
Dalam industri perbankan Piutang berbentuk Kredit yang diberikan kepada nasabah
dan merupakan usaha utama Bank.
Aktiva
Produktif Bank meliputi:
1.
penempatan pada bank lain baik dalam maupun luar negeri kecuali dalam bentuk
giro
2.
surat berharga/efek
3.
kredit yang diberikan
4.
penyertaan
Aktiva
produktif di atas adalah yang paling besar memberikan sumbangan pendapatan bagi
Bank, tetapi juga merupakan aset yang paling berisiko.
Resiko
dari kredit yang disalurkan dapat dilihat dari posisi tingkatan
kolektibilitasnya yang terbagi menjadi:
1.
Kolektibilitas Lancar
2.
Kolektibilitas kurang Lancar
3.
Diragukan dan
4.
Macet
Pergeseran
posisi kolektibilitas dapat dilihat dari seberapa lama nasabah tidak mengangsur
pinjamannya. Masing-masing tingkatan pergeserannya selama 3 bulan.
Jadi
bila seorang nasabah tidak mengangsur selama 3 bulan posisi kolektibilitasnya
akan bergeser dari Lancar ke posisi Kurang Lancar, bila tidak mengangsur selama
6 bulan kolektibilitas akan bergeser ke posisi macet. Demikian seterusnya.
Untuk
mengantisipasi resiko, maka Bank diwajibkan membentuk cadangan/penyisihan
terhadap aktiva produktif sesuai dengan klasifikasinya.
Pada
akhir periode, Bank akan membuat jurnal penyesuaian untuk tiap-tiap jenis
aktiva produktif
.
1.
Penempatan pada Bank Lain
2.
Surat Berharga
3.
Kredit yang diberikan
Belum ada tanggapan untuk "Resiko Dari Kredit Yang Disalurkan"
Posting Komentar