Jagung
tongkol berkelobot.
Portalpelajaranlengkap
- Disimpan pada para-para atap maupun diatas dapur. Pada cara ini, jagung
ditumpuk pada para-para dengan menyingkap sebagian dari kelobot yang menutup
dan mengikatnya dalam ikatan-ikatan (1 ikatan terdiri dari ± 20 buah jagung).
Ikatan-ikatan
tersebut ditumpuk secara bersusun, cara ini dapat menjamin, asap masuk ke dalam
tumpukan secara merata.
Jagung yang
disimpan pada para-para di atas dapur, dapat lebih tahan lama karena asap dari
kayu-kayu yang dibakar, meninggalkan residu yang bersifat anti bakteri, jamur
maupun serangga (formal dehyda, phenol, cresol dan lain-lain).
Jagung
tongkol tanpa kelobot.
Jagung
tongkol yang sudah dikupas, dapat disimpan diatas langit-langit rumah yang
teratap seng.
Jagung
pipilan.
Jagung
pipilan dapat disimpan didalam karung goni/ plastik, bakul besar terbuat dari
bambu atau dalam silo bambu.
Anjuran:
Jagung
hanya boleh disimpan, jika kadar airnya 14% atau kurang. Kadar air diatas 14%,
merupakan kondisi yang baik bagi tumbuhnya jamur (yang memproduksi
bermacam-macam toxin/racun antara lain Aflatoxin) dan hama gudang.
Penyimpanan
jagung dalam bentuk tongkol berkelobot, dianjurkan hanya untuk jagung yang
kelobotnya menutup seluruh tongkol.
Penyimpanan
jagung dalam bentuk tongkol pada para-para dan langit-langit rumah, harus
dilengkapi dengan kawat anti tikus, agar terhindar dari serangan tikus.
Penyimpanan
jagung pipilan sebaiknya menggunakan ka¬rung (polyethylene), karena dapat
disimpan lebih lama dibanding menggunakan karung goni.
Bersihkan
karung-karung sebelum digunakan, semprot dengan pestisida (misalnya insektisida
Silosa 25 EC 2%).
Tumpukan,
jagung dalam karung di gudang di atas balok kayu (lantai palsu), agar sirkulasi
udara terjamin dan ja¬gung tidak lembab.
Belum ada tanggapan untuk "Cara-Cara Menyimpan Jagung Menurut Jenisnya"
Posting Komentar