Tujuan diadakan sales
promotion:
-Menarik
para pembeli baru
-Memberi
penghargaan kepada pemakai yang lama
-Meningkatkan
daya beli
-Menghindarkan
konsumen lari ke merek lain
-Meningkatkan
jumlah penjualan jangka pendek
Public
Relations atau Publicity tujuan dari publicity ini adalah untuk memberikan
citra yang baik dari masyarakat terhadapa perusahaan.
Melalui
publicity dapat dibentuk pandangan baik dan menengah beritaberita negatif
terhadap perusahaan.
Contoh
publicity ialah mengundang para wartawan berkunjung ke perusahaan, memberikan
wawancara kemudian memuat berita-berita perusahaan di surat kabar tanpa
pembayaran.
Tambahan lain untuk
jasa yaitu :
•
P5 = People
Adalah
unsur orang/manusia yang melayani terutama dalam perusahaan yang menjual jasa.
Termasuk ke dalam P5 ini unsur pimpinan, yang mengambil keputusan, dan unsur
karyawan yangmelayani konsumen. Karyawan ini perlu diberi pengarahan, dan
pelatihan, agar dapat melayani konsumen sebaik-baiknya.
•
P6 = Physical Evidence
Artinya
bukti fisik yang dimiliki oleh perusahaan jasa. Misalnya untuk penjualan jasa
transportasi, konsumen akan memperhatikan kondisi mobil yang digunakan, untuk
jasa hotel konsumen akan melihat tampilan hotel, kamar, dan berbagai fasilitas
yang terdapat di dalamnya.
•
P7 = Process
Yaitu
bagaimana proses dilakukan sampai jasa yang diminta oleh konsumen diterima secara
memuaskan. Apakah cukup puas menerima jasa,cepat layanannya, bersih, rapih,
akurat, tepat waktu dan sebagainya.
2.
Menggunakan Marketing Mix untuk Mengambil Keputusan yang Efektif Pengambilan
keputusan di bidang pemasaran hampir selalu berkaitan dengan variabel-variabel
marketing mix ini sangat penting dan dapat dipakai sebagai alat pemasaran
praktis.
a.
Pengenalan Faktor Pasar dalam Marketing Mix
Tekanan
utama dari marketing mix adalah pasar karena yang pada akhirnya produk yang
ditawarkan oleh perusahaan diarahkan ke situ,
demikian
pula keadaan pasar terhadap berbagai macam alternatif harga, promosi,dan
distribusi Masalah ini menunjukkan kepada perusahaan untuk mengalokasikan
kegiatan pemasarannya pada masing-masing variabel marketing mix.
Karena
pasar itu merupakanpusat perhatian untuk semua keputusan yang menyangkut
marketing mix, maka dapat dikatakan bahwa produk itu sendiri dapat memberikan
akibat penting terhadap keputusan-keputusan mengenai harga, promosi, dan
distribusi.
b.
Pelaksanaan marketing mix
Omzet
penjualan barang/jasa tergantung pada aktivitas yang dijalankan oleh
perusahaan. Omzet penjualan suatu barang sebenarnyatergantung antara lain dari
kualitas barangnya, harga jual aktivitas dari penjualnya, promosi penjualan dan
masih banyak lagi.
Faktor-faktor
lain yang dapat mempengaruhi omzet penjualan yang tidak dapat dikuasai oleh
perusahaan, misalnya peraturan pemerintah, tingkat persaingan, daya beli
masyarakat.
c.
Marketing Mix harus Seimbang
Dalam
melaksanakan marketing mix secara umum haruslah diusahakan daoam keadaan yang
seimbang.
Perusahaan
harus mengusahakan dalam keadaan seimbang. Meskipun advertensi adalah penting,
tapi melaksanakan advertensi secara besar-besaran tanpa usaha memperbaiki
kualitas produksinya, maka hasil yang dicapai akan kurang memuaskan.
d.
Marketing Mix Tidak boleh Statis
Banyak
nperusahaan yang telah menetapkan marketing mix tanpa pernah melakukan
peninjauan kembali. Dengan demikian kemungkinan situasi dan kondisi sudah
berubah, sehingga marketing mix yang ditetapkan sudah tidak cocok lagi.
bila
marketing mix tidak berubah, halini akan merugikan perusahaan. Oleh karena
itulah marketing mix tidak boleh bersifat statis, tapi harus bersifat dinamis.
Dengan
memperhatikan perubahan situasi dan kondisi maka perusahaan dapat melakukan
perubahan marketing mix yang ada sehingga tidak bersifat statis.
e.
Marketing Mix Tidak Boleh Meniru
Dalam
melaksanakan marketing mix tidak boleh meniru-niru perusahaan-perusahaan yang
lain, sebab situasi dan kondisi dariperusahaan yang satu dengan yang lain
tidaklah mesti sama.
Apabila
kita hanya meniru-niru, maka justru dapat merugikan perusahaan.
f.
Marketing Mix harus Bertujuan Jangka Panjang
Dalam
melaksanakan marketing mix, maka sebaiknya diusahakan mencapai tujuan jangka
panjang. Hal ini tidak berarti tujuan jangka pendek boleh diabaikan. tujuan
jangka pendek ada juga yang dipakaiuntuk mencapai tujuan jangka panjang.
Dengan
mengarah pada tujuan jangka panjang dalam menetapkan marketing mix, maka kestabilan
perusahaan akan lebih baik. Dengan ini pula maka perusahaan tidak membuang
percuma semua pengorbanan yang ada.
g.
Marketing Mix Harus Disesuaikan dengan Situasi dan Kondisi Perusahaan
Dalam
menetapkan marketing mix, maka perusahaan dapat terlebih dahulu menetapkan
target omzet penjualan yang ingin dicapai.
Akan
tetapi dalam keadaan dana yang terbatas maka marketing mix ditetapkan terlebih
dahulu dan baru kemudian menetapkan target omzet penjualan yang mungkin
dicapai.Serlain itu marketing mix yang ditetapkan harus disesuaikan dengan
situasi dan kondisi perusahaan.
h.
Marketing Mix Harus Didasarkan Pengalaman
Ada
ungkapan yang terkenal yaitu “Pengalaman adalah guru yang paling baik”.
berdasarkan hal itu sebenarnya menetapkan marketing mix berdasarkan
pengalaman-pengalaman yang lalu pada umumnya akan lebih sukses.
pengalaman
ini sangat penting, sebab berdasarkan pengalaman-pengalaman perusahaan dapat
mengetahui kekurangan dan kelemahan advertensinya, sebab untuk jenis barang
tersebut konsumen dapat langsung membedakan kualitasnya dengan mudah.
denganpengalaman ini marketing mix untuk selanjutnya perlu dirubah.
Belum ada tanggapan untuk " Arti dan Macam-Macam Tujuan Diadakan Sales Promotion"
Posting Komentar